السلام عليكم ورحمةالله وبركاته!

Deal with the problem yourself and acknowledge existence of life, but do not let yourself be mastered. Let yourself aware of the situation of education in the form of patience, happiness, and understanding the meaning

Hadapilah masalah hidup dirimu dan akuilah keberadaannya, tetapi jangan biarkan dirimu dikuasainya. Biarkanlah dirimu menyadari adanya pendidikan situasi berupa kesabaran, kebahagiaan, dan pemahaman makna.

Thursday, June 21, 2012

Makalah. Pembelajaran Al Qur'an dan Hadist

BAB I
Pendahuluan
A.   Latar belakang masalah.
Al Qur’an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril yang diturunkan secara berangsur-angsur dan membacanya adalah ibadah[1]. Sedangkan Hadist adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik dari perkataan, perbuatan, maupun persetujuan Nabi Muhammad SAW.
Al Qur’an dan Hadist merupakan sumber hukum dan pedoman hidup utama ummat islam sebagaimana yang dijelaskan dalam terjemahan sabda Rasulullah SAW :
Sesungguhnya Aku tinggalkan kepada kalian 2 perkara, jika kalian berpegang teguh pada kedua perkara ini niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya yaitu kitab Allah (Al Qur’an) dan sunnahku (Hadist Rasulullah)”.
Oleh karena itulah, semestinya ummat islam harus mempelajari Al Qur’an dan Hadist baik belajar membaca, melafadzkan, menulis, menerjemahkan, memahami, dan mengamalkan ajaran yang ada dalam Al Qur’an dan Hadist.

B.   Rumusan masalah.
Berdasarkan uraian singkat diatas maka yang menjadi garis besar pembahasan makalah kami ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana keterkaitan antara tujuan dengan indikator pembelajaran mengamalkan Al Qur’an Hadist?
2.      Bagaimana cara agar desain dan evaluasi pembelajaran mengamalkan Al Qur’an dan hadist bisa berhasil?


BAB II
Pembelajaran mengamalkan Al Qur’an dan Hadist
A.   Tujuan dan rumusan indikator pembelajaran mengamalkan Al Qur’an dan Hadist.
Sebagaimana telah diketahui bahwa Al Qur’an dan Hadist adalah sumber hukum dan pedoman hidup utama ummat islam, maka semestinya ummat islam wajib mempelajari dan mengkaji apa yang terkandung didalam Al Qur’an dan Hadist tersebut.
Selain dipelajari dan dikaji, tentunya perlu ada pengamalan dari apa yang dipelajari dan dikaji dari Al Qur’an dan Hadist tersebut, sebab ilmu yang tidak diamalkan diibaratkan seperti pohon yang tidak berbuah. Oleh karena itu, seorang guru selain menjadi pengajar juga harus bisa menjadi pembimbing, motivator, serta teladan bagi murid-muridnya agar supaya apa yang diajarkannya dapat diamalkan oleh murid-muridnya.
Tujuan dan rumusan indikator adalah satu kesatuan dan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam hal proses pembelajaran, sebab indikator akan sulit dirumuskan tujuan pembelajaran belum ditetapkan[2].
Begitu pula halnya dengan pembelajaran mengamalkan Al Qur’an dan Hadist untuk merumuskan indikatornya perlu ditetapkan terlebih dahulu apa tujuan dari pembelajaran tersebut.
Banyak hal yang menjadi objek pembahasan dalam pembelajaran Al Qur’an dan Hadist, misalnya mengenai larangan berbuat syirik, berbuat baik keppada orang tua dan larangan mendurhakainya, penanaman sikap jujur, dan lain-lain[3].
Berikut satu contoh berkaitan dengan tujuan pembelajaran mengamalkan Al-Qur’an dan Hadist dengan topik tentang perintah berbuat baik kepada orang tua :
1.      Siswa dapat mengetahui ayat dan hadist tentang perintah berbuat baik kepada kedua orang tua.
2.      Siswa dapat memahami isi kandungan ayat dan hadist tentang perintah berbuat baik kepada kedua orang tua.
3.      Siswa dapat menjalankan perintah berbuat kepada kedua orang tua.
Dari ketiga tujuan diatas maka dapat dirumuskan indikator pembelajarannya sebagai berikut :
1.      Membacakan ayat dan hadist tentang perintah berbuat baik kepada kedua orang tua.
2.      Menjelaskan isi kandungan ayat-ayat dan hadist tentang perintah berbuat baik kepada kedua orang tua.
3.      Memotivasi siswa untuk melaksanakan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua.
Selain contoh diatas, tentunya, masih banyak contoh-contoh lain yang tentunya tidak dapat kami paparkan satu persatu.


B.   Desain dan evaluasi pembelajaran mengamalkan Al Qur’an dan Hadist.
Dalam mendesain peroses pembelajaran mengamalkan Al Qur’an dan Hadist yang tepat agar proses pembelajaran tersebut bisa sukses dan berhasil, diperlukan keahlian, kecerdasan, dan kekereatifitasan seorang guru dalam mendesainnya[4]. Sebab jika seorang guru salah dalam mendesain proses pembelajaran mengamalkan Al Qur’an dan Hadist maka apa yang ia ajarkan hanya akan sia-sia karena tidak ada implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Proses pembelajaran mengamalkan Al Qur’an dan Hadist tentunya metode yang paling dominan adalah metode praktek misalnya praktek berbuat baik kepada kedua orang tua.
Selain praktek keteladanan dari guru juga merupakan hal yang tidak kalah pentingnya karena murid akan meneladani gurunya, jika guru bisa memberikan teladan dengan mengamalkan apa yang ia ajarkan maka paling tidak murid akan mendapatkan referensi dan contoh teladan. Begitu pula sebaliknya, jika gurunya sendiri tidak mengamalkan apa yang ia ajarkan, maka jangan berharap murid akan mengamalkan apayang diajarkan gurunya yang sering diistilahkan guru kencing berdiri murid kencing berlari.
Selain untuk dijadikan teladan, didalam islam seorang guru atau siapapun wajib melaksanakan apa yang ia katakan karena murka Allah SWT amat besar terhadap orang yang mengatakan sesuatu tapi tidak dilakukan, hal tersebut berdasarkan firman didalam Al Qur’an Surah Ash Shaff ayat 2-3 :
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä zNÏ9 šcqä9qà)s? $tB Ÿw tbqè=yèøÿs? ÇËÈ   uŽã9Ÿ2 $ºFø)tB yYÏã «!$# br& (#qä9qà)s? $tB Ÿw šcqè=yèøÿs? ÇÌÈ  
·         Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.[5]”(QS. Ash Shaff : 2-3).
Setelah desain selesai dan proses pembelajaran telah berjalan, maka hal selanjutnya adalah evaluasi hasil pembelajaran untuk dapat mengetahui apakah proses pembelajaran berhasil atau gagal.
Dalam hal evaluasi hasil pembelajaran mengamalkan Al Qur’an dan Hadist, seorang guru dapat menggunakan 2 metode yaitu metode tes misalnya ujian praktek, dan metode nontes seperti observasi atau pengamatan[6].
Untuk pembelajaran mengamalkan Al Qur’an Hadist sebaiknya metode nontes harus lebih dominan daripada metode tes, sebab dengan menggunakan metode nontes seperti observasi seorang guru dapat mengamati dan menilai perilaku dan tingkah laku muridnya sehari-hari dan tidak hanya terbatas pada saat proses pembelajaran.
Akan tetapi jika yang lebih dominan adalah metode tes seperti menguji dengan cara praktek maka hasil evaluasipun akan kurang maksimal dikarenakan murid telah bersiap-siap sedangkan persoalan apakah murid tersebut mengamalkan apa yang diajarkan kepadanya diluar jam sekolah atau dalam kehidupan sehari-harinya akan sulit dideteksi oleh gurunya, oleh karena itulah alasan mengapa metode nontes sebaiknya lebih dominan digunakan daripada metode tes.


BAB III
Penutup
A.   Kesimpulan.
Dari uraian singkat makalah yang telah kami susun ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut
1.      Tujuan dan indikator pembelajaran Al Qru’an dan Hadist adalah sesuatu yang sangat penting dan memiliki keterkaitan yang cukup erat, sebab indikator tidak berguna jika tujuan tidak ada dan tujuan akan sulit dicapai bila indikator tidak ada.
2.      Untuk desain pembelajaran mengamalkan Al Qur’an Hadist diperlukan keahlian, kecerdasan, kekereatiftasan, serta keteladanan guru. Sedangkan untuk evaluasi sebaiknya metode nontes lebih dominan daripada metode tes untuk mendeteksi apakah murid tersebut betul-betul mengamalkan apa yang diajarkan kepadanya diamalkan dalam kehidupan sehari-harinya.
B.   Saran/Harapan.
Kami sadar kami hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahaan, kekeliruan, dan kekhilafan, maka jika didalam makalah yang telah kami susun ini ditemukan banyak kekurangan, kekeliruan, serta kesalahan kami dari kelompok IX memohon maaf yang sebesar-besarnya serta mengharapkan bantuan, saran, dan kritiknya demi perbaikan dan penyempurnaan makalah kami ini.
Minallahi musta’an wa ilaihi tiklan.
DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim Anwar, 2010, Ruang lingkup pembelajaran Al Qur’an Hadist,
Irawan Arif,  2009,Al Qur’an dan Hadist tentang media pembelajaran,
Gumilang Marwan, Media pembelajaran Al Qur’an Hadist – jevuska,
Suwiryo Rahmat, 2010, Mengenal Al Qur’an dan Hadist, www.antronews.com.
Al Qur’an dan terjemahnya, Surah Ash Shaff.



[1] Suwiryo Rahmat, Mengenal Al Qur’an dan Hadist, www.antronews.com.
[2] Irawan Arif, Al Qur’an dan Hadist tentang media pembelajaran, www.linggars.com.
[3] Ibrahim Anwar, Ruang lingkup pembelajaran Al Qru’an Hadist, www.shvoong.com.
[4] Irwan Arif, loc. cit.
[5] Al Qur’an dan terjemahnya, Surah As Shaff ayat 2-3, hal. 928.
[6] Irwan Arif, loc. cit.
Baca artikel menarik lainnya :
Judul : Makalah. Pembelajaran Al Qur'an dan Hadist; Ditulis oleh Ahmad Syarif; Rating: 5 dari 5
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Makalah. Pembelajaran Al Qur'an dan Hadist ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

5 comments:

  1. Fastidious answers in return of this query with genuine arguments and explaining everything concerning
    that.

    Here is my homepage www.travelstockholm.co.uk

    ReplyDelete
  2. I take pleasure in, lead to I found exactly what I was looking for.
    You have ended my four day long hunt! God Bless you man.
    Have a great day. Bye

    My weblog :: kliknij

    ReplyDelete
  3. Just wish to say your article is as astounding.
    The clearness in your put up is simply great and that
    i could assume you are knowledgeable on this subject.
    Fine together with your permission let me to snatch your feed to stay updated with approaching post.
    Thank you a million and please carry on the enjoyable work.


    Feel free to surf to my webpage kliknij

    ReplyDelete
  4. Your means of telling the whole thing in
    this article is actually fastidious, every one be capable of simply
    understand it, Thanks a lot.

    my web page; kliknij

    ReplyDelete
  5. Oh my goodness! Incredible article dude! Thank you,
    However I am going through difficulties with your RSS.
    I don't know the reason why I cannot subscribe to it. Is there anybody else getting similar RSS issues? Anybody who knows the answer can you kindly respond? Thanx!!

    Take a look at my blog: kliknij ()

    ReplyDelete

Belajar Blog dan SEO di trikmudahseo.blogspot.com - Support www.evafashionstore.com